Sinergi Sekolah dan Orang Tua: SMP Muhammadiyah 3 Mlati Gelar Sosialisasi Pencegahan Kenakalan Remaja Sesuai Instruksi Bupati Sleman
Kegiatan

Sinergi Sekolah dan Orang Tua: SMP Muhammadiyah 3 Mlati Gelar Sosialisasi Pencegahan Kenakalan Remaja Sesuai Instruksi Bupati Sleman

4 September 2026 2 menit baca 77 dilihat

SLEMAN – Merespons instruksi langsung dari Bupati Sleman guna menciptakan ekosistem pendidikan yang aman bagi pelajar, SMP Muhammadiyah 3 Mlati menyelenggarakan kegiatan "Sosialisasi dan Penandatanganan Surat Pernyataan Wali Murid". Acara strategis yang melibatkan kolaborasi antara pihak sekolah, orang tua, serta perwakilan siswa dari kelas 7 hingga 9 ini berlangsung dengan lancar di Mushola SMP Muhammadiyah 3 Mlati pada hari Jumat (4/9/2026), mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.

Agenda ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMP Muhammadiyah 3 Mlati, Ibu Yulia Rachmawati, S.Pd.Si., M.Pd. Fokus utama dalam pertemuan ini adalah penyampaian sosialisasi komprehensif mengenai pentingnya langkah preventif terhadap ancaman kenakalan remaja, tindak kekerasan, serta bahaya penyebaran paham radikalisme di lingkungan pergaulan anak.

Sebagai bentuk kesepakatan dan komitmen nyata pasca-sosialisasi, seluruh peserta didik beserta orang tua/wali diwajibkan untuk menandatangani dokumen "Surat Pernyataan Komitmen Peserta Didik dan Orangtua/Wali dalam Pencegahan Kenakalan Remaja, Kekerasan, serta Radikalisme". Pada kesempatan yang sama, pihak sekolah juga memfasilitasi penandatanganan surat perizinan dokumentasi anak, yang memperbolehkan sekolah menggunakan foto atau video kegiatan siswa untuk keperluan publikasi positif dan informatif di media sosial resmi sekolah. Seluruh surat pernyataan tersebut kemudian dikumpulkan kembali kepada pihak sekolah sebagai arsip komitmen bersama.

Dalam sambutan dan arahannya, Ibu Yulia Rachmawati menekankan betapa krusialnya sinergi antara pihak pendidik dan keluarga. Beliau mengingatkan bahwa pendidikan dan pengawasan karakter anak tidak dapat berjalan maksimal jika hanya dibebankan pada satu pihak saja.

“Orang tua melakukan pendampingan terhadap pendidikan anak, terhadap pergaulan mereka di rumah khususnya. Kalau di sekolah, para Bapak Ibu guru sudah memastikan itu. Maka Bapak Bupati nderek (meminta) Bapak Ibu mengawasi, karena pendidikan anak-anak kita kalau di sekolah itu tidak 24 jam. Maka perlu kerja sama dari kami pihak sekolah dengan Bapak Ibu di rumah,” tegas Ibu Yulia di hadapan para wali murid.

Melalui penandatanganan komitmen terpadu ini, SMP Muhammadiyah 3 Mlati berharap terbangun benteng pertahanan moral yang kuat bagi para siswa. Kolaborasi erat antara sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah diharapkan mampu memastikan peserta didik tumbuh di lingkungan yang aman, nyaman, dan terhindar dari berbagai pengaruh negatif pergaulan masa kini.